Rabu, 15 Januari 2020

16 bulan

Nak.. Sekarang usiamu tlah 16 bulan.. Masyaa Allah.. Semakin hari semakin banyak tingkah polahmu yg bikin ibuk takjub. Ada ajaa kejutan.

Seperti hari ini.. Naik ke laci lemari.. Ibuk harus apa mba?

Jika dipandang orang dewasa seperti ibuk.. Itu bahaya mba.. Gimana klau mba jatuh.. Gimana klau mba "kejedug", gimana klau lacinya ga kuat, gimana ..gimana.. Rasanya pengen ngelarang..

Tapi..

Dari sisimu.. Sepertinya ini hal yg menyenangkan ya? Akhire semakin lihai setelah beberapa kali mencoba.. "yes, aku bisa.." mungkin itu katamu..

Ya udah..nikmatilah selagi bisa..

-ibuk ga boleh "meleng" jagain-

Bekasi, 15 jan 2020

Kamis, 03 Januari 2019

Kehidupan sosial

Kehidupan sosial

Inget sekali waktu itu, akhir maret 2017. Awal dari segala awal dimulai.  Awal menjalin rumah tangga.  Awal dari tinggal di rantauan.  Awal jadi seorang istri yang melepas semua atribut aktifitas yang menghidupinya kala masih lajang. 

Di perantauan ini,  akankan sama?

Ini kota.  Kulihat kanan kiri,  rumah hampir semua bergerbang. Hmmmm. Mungkinkah ada kehidupan sosial yang layak disini? Sekedar saling menyapa,  ngobrol basa basi atau malah gosip.  Ah entah. 

Waktu berjalan,  tak begitu lama,  ada tamu yang datang ke rumah

Oh ternyata pengurus RT.  Waktu itu sedang pergantian pengurus,  jadi datang ke semua warga buat sosialisasi sekaligus nagih iuran bulanan.  Pas sekali,  jadi bisa sekalian kenalan.  Aih,  RT nya tertanya tetanggaan hanya berjarak 1 rumah. 

Dah setelah itu,  mulailah kontakku dimasukkan ke grup  whatsapp RT. 

Grupnya ternyata masih baru,  oh ya gegara pergantian pengurus. 

Dari grup ada info jika kajian rutin pengurus rt baru akan diadain di rumah bu rt.  Nah..  Bingung tuh waktu itu..  Dateng ga dateng.  Pengen tapi ragu.  Takut gak nyambung.

Akhirnya dibelain dateng. 

Oh my God.  Ibu ibu semua, lah iya kan kajian ibu ibu.  Eits maksudku ga ada yg seumuran.  Nah amnesia. Biasa ngaji ngumpul sama remaja. 

Dah adaptasi laaah.

Ngaji pertama kedua dan seterusnya diusahain dateng. Alhamdulillah banget dulu rajin berangkat tpa jadi dah bisa baca Qur'an karena ngajinya baca satu satu gantian.  Jadi ga begitu malu lah buat dateng. 

Dari ngaji terbukalah pintu sosialku disini. Mulai mengenal karakter tiap tetangga,  hingga kesaring sendiri beberapa tetangga yang cocok denganku. 

Dari ngaji, akrab sama tetangga se RT,  trus ikut RT ke acara RW.  Daaan..  Tambah banyak yang dikenal. 

Kutemukan kehidupan sosial disini.

Minggu, 23 September 2018

Antara Hindmilk dan Foremilk pada ASI

Seputar ASI : Apakah Hindmilk Lebih Baik daripada Foremilk?

ASI adalah salah satu keajaiban yang diberikan hidup kepada manusia. Ulasan kami tentang foremilk dan hindmilk berikut dijamin membuat Anda makin bersyukur karena memilikinya.

ASI bukan hanya baik untuk bayi, tapi juga untuk Anda.


Membahas tentang ASI memang tidak ada habisnya. Air susu alami yang diproduksi oleh tubuh manusia (ibu) ini lebih baik dari susu formula termahal sekalipun. Dan bayi yang mendapatkan cukup ASI dipastikan akan memiliki tubuh yang lebih sehat dan berdaya tahan tinggi terhadap serangan penyakit, serta lebih bahagia secara psikologis.

Faktanya, struktur ASI tidaklah sesederhana yang kita kira. ASI terbentuk dari dua jenis air susu, yaitu foremilk (air susu depan) dan hindmilk (air susu belakang), di mana keduanya sama-sama memiliki manfaat penting untuk buah hati kita. Lalu, apakah perbedaan antara foremilk dan hindmilk pada ASI?

*Foremilk*

Coba perhatikan warna ASI yang pertama kali keluar saat Anda sedang menyusui si kecil. Air susu tampak tak berwarna, kadang sedikit kebiruan. Air susu inilah yang disebut dengan foremilk. Foremilk tampak jernih karena mengandung lebih banyak air dan lebih sedikit lemak.

Foremilk mengandung laktosa yang penting bagi pembentukan otak bayi dan memenuhi kebutuhan bayi terhadap air minum. Selain itu, foremilk juga kaya akan protein yang berguna untuk meningkatkan kekebalan tubuh, membantu mempercepat pembentukan saraf dan jaringan tubuh dan memperkuat daya tahan tulang serta kulit.

Melimpahnya air susu dalam payudara kadang membuat foremilk mengucur terlalu deras, sehingga bayi bisa tersedak atau bahkan menolak minum ASI. Cara mengatasinya adalah dengan memerah atau memompa foremilk sebagian hingga jumlah ASI dalam payudara menjadi sedikit berkurang dan aliran ASI tidak terlalu deras.

Anda tidak perlu khawatir jika air susu yang keluar dari payudara tampak bening dan tidak berwarna putih. Itu bukan berarti kualitas ASI Anda tidak bagus, melainkan kadar foremilk dalam payudara yang lebih banyak dibandingkan hindmilk.

*Hindmilk*

Setelah beberapa saat Anda menyusui (biasanya sekitar 5 menit), maka ASI akan berubah warna menjadi lebih putih bersih seperti susu sapi. Air susu ini disebut dengan nama hindmilk atau susu belakang, karena muncul belakangan di akhir atau di tengah-tengah proses menyusui.

Hindmilk berwarna putih karena mengandung lebih banyak lemak dibandingkan foremilk sehingga bayi akan mendapatkan cukup energi dan merasa kenyang seharian.

Hindmilk mulai terbentuk ketika kadar air susu dalam payudara berkurang. Semakin sedikit jumlah air susu, semakin tinggi pula kandungan lemak di dalamnya.

Lemak juga berperan penting dalam melindungi organ-organ vital dalam tubuh bayi yang belum terbentuk sempurna, sebagai sumber energi dan melindungi tubuh bayi dari serangan suhu panas maupun dingin.

Ada anggapan bahwa bayi harus disusui secara bergantian agar bentuk payudara kita tetap sama (tidak besar atau kecil sebelah). Padahal memindahkan bayi untuk menyusu di payudara yang lain mengakibatkan ia lebih banyak menyerap foremilk daripada hindmilk. Akibatnya bayi akan mudah lapar dan sering gelisah dalam tidurnya.

Lebih baik biarkan bayi menyusu pada satu payudara sampai kosong, baru berpindah ke payudara lainnya. Atau 15 menit untuk 1 payudara, baru berpindah ke payudara lainnya. Durasi menyusu yang normal adalah sekitar 25-30 menit, selebihnya bayi hanya mengisap puting susu tanpa menghisap air susu Anda.

Selain menjaga pola makan dan banyak minum air putih, penting bagi ibu menyusui untuk menjaga kestabilan suasana hatinya. Rasa galau akan membuat detak jantung Anda tidak teratur dan bayi Anda dapat merasakannya ketika ia sedang menyusu. Ia pun akan merasa tak nyaman mendengarkan jantung yang berdetak tak karuan dan menolak untuk menyusu.

Ini bukan berarti Anda tidak boleh sedih, Mama. Tapi mengapa harus merasa sedih ketika Anda memiliki seseorang untuk dicintai dan membutuhkan Anda?

Copas dari  : https://www.google.co.id/amp/s/id.theasianparent.com/seputar-asi-mengenal-foremilk-dan-hindmilk/amp

Kamis, 06 September 2018

Pembelajar

26 Maret 2017 adalah awal bagiku menjadi seorang pembelajar dalam kehidupan rumah tangga. Dengannya, partner yg telah kupilih.

Fase awal pernikahan yang kata orang menjanjikan kebahagiaan memang benar adanya, aku merasakannya.. banyak hal dilakukan berdua bikin jadi lebih tenang. walau, realistis saja.. ada rengekan dan rasa "kehilangan" yg amat sangat menganggu kadang muncul. Rasa melepas "semua rutinitas yang sudah menjadi hidupku"

Tak apa...aku harus bisa nyiptain rutinitas baru sesuai peranku sekarang, seorang ISTRI.

2 september 2018 lahirlah seorang putri yang melengkapi kehidupanku dan mas dwi siswantoro. Melengkapi juga peranku menjadi seorang ibu.

Hemm.. belum ada seminggu. Kurasa beban sks pembelajaran mengurus bayi ternyata "berat".

Mohon doanya.. semoga bisa lulus..

Selasa, 28 Agustus 2018

40 week plus

Dek.. hpl itu perkiraan lahir bukan?
Masih perkiraan..
Ya perkiraan

Bisa tepat, bisa maju, ataupun mundur ya nak..

Dek.. kata dokter hpl mu udah kemarin

Dan adek masih nyaman di rahim ibuk ya?

Dek..

Ibuk sebenarnya udah gak sabar buat mandangin wajah adek..

Ibuk udah gak sabar buat gendong adek

Ibu udah gak sabar buat dengerin tangisan dan senyuman adek

Ah.. ibuk egois ya dek..

Dek.. banyak juga yang perhatian ke adek
Liatlah banyak yang nanyain keadaan adek, nanyain apa adek udah siap lahir apa belum.. gak sedikit yang jauh pun disempatkan  buat nge-wa ibuk

Ibuk seneng
tapi kadang sensitif

Ah.. maafin ibuk ya dek..

Emosi ibuk gak stabil

Maafin ya dek

28/8/2018