Tampilkan postingan dengan label Akuntansi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akuntansi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Januari 2014

Contoh soal persamaan dasar akuntansi

Contoh Persamaan Akuntansi

Input (masukan) Akuntansi adalah transaksi. Setiap transaksi akan menyebabkan dua jenis perubahan dimana perubahan dapat bersifat menambah ( + ) atau bersifat mengurangi  (- ) minimal di satu elemen di persamaan dasar akuntansi. Selanjutnya, akuntansi harus selalu mengikuti dasar pilar matematika. Dengan demikian pencatatan akuntansi terhadap setiap transaksi harus selalu mempertahankan keseimbangan antara sisi penggunaan dana (asset ) dan sisi pemerolehan dana (utang dan ekuitas)

Berikut ini contoh pencatatan transaksi  dengan persamaan dasar akuntansi

1 Januari 2013    Widi menyerahkan uang tunai sebesar Rp 10.000.000 sebagai setoran modal ke PT Berkah         
  
Tanggal
ASSET (AKTIVA)
PASIVA
Kas
Perlengkapan
Peralatan
Utang
Ekuitas
1 Januari 2012
10.000.000



10.000.000
 
Keterangan : elemen asset berupa kas (uang tunai ) bertambah Rp 10.000.000,00 dan elemen Ekuitas bertambah sebesar Rp 10.000.000,00

2 Januari 2013    Widi menyerahkan computer Rp 5.000.000,00 untuk kegiatan bisnis PT Berkah

Tanggal
ASSET (AKTIVA)
PASIVA
Kas
Perlengkapan
Peralatan
Utang
Ekuitas
2 Januari 2013


5.000.000

5.000.000

Keterangan : elemen asset berupa peralatan (termasuk ke peralatan karena komputer mempunyai manfaat lebih dari 1 tahun) bertambah Rp 5.000.000 dan elemen ekuitas bertambah Rp 5.000.000

4 Januari PT Berkah membeli perlengkapan tunai sebesar Rp 1.000.000

Tanggal
ASSET (AKTIVA)
PASIVA
Kas
Perlengkapan
Peralatan
Utang
Ekuitas
4 Januari 2013
(1.000.000)
1.000.000




Keterangan : transaksi menyebabkan terjadinya perubahan hanya pada asset, perlengkapan bertambah sebesar Rp 1.000.000 dan Kas berkurang sebesar Rp 1.000.000

Penggabungan ketiga transaksi
Tanggal
ASSET (AKTIVA)
PASIVA
Kas
Perlengkapan
Peralatan
Utang
Ekuitas
1 Januari 2013
10.000.000



10.000.000
2 Januari 2013


5.000.000

  5.000.000

10.000.000
-
5.000.000
-
15.000.000
4 Januari 2013
(1.000.000)
1.000.000




  9.000.000
1.000.000
5.000.000
-
15.000.000

Saldo terakhir pada ilustrasi di atas menggambarkan:
Asset     = Kas + Perlengkapan + Peralatan
                = Rp 9.000.000,00 + Rp 1.000.000,00 + Rp 5.000.000
                = Rp 15.000.000,00
Passiva = Utang + Ekuitas
                =  Rp -,00 + Rp 15.000.000,00
                = Rp 15.000.000

Persamaan Dasar Akuntansi
Asset = Utang +Ekuitas
Rp 15.000.000,00 = Rp 15.000.000,00 >> seimbang
Perlu diingat bahwa dalam pencatatan akuntansi terhadap setiap transaksi harus selalu mempertahankan keseimbangan antara Asset (Aktiva) dan Pasiva.

Sumber : Warsono, Sony, Arif Darmawan dan M. Arsyadi Ridha. 2009. Akuntansi itu Ternyata Logis dan Mudah. Asgard Chapter Yogyakarta.


Rabu, 01 Januari 2014

Pengertian, Aset, Utang dan Ekuitas

PENGERTIAN ASET, UTANG DAN EKUITAS


Pada postingan sebelumnya, ada istilah persamaan dasar akuntansi. Masih ingat kan ? J
Ada 3 elemen di dalam persamaan tersebut. Apa hayo??
Yupp. Ada asset, utang dan ekuitas.
Apa sih pengertian dari ketiga elemen tersebut?

Inilah jawabannya…….>>

Harta / Aktiva (Asset)

adalah harta benda dan hak yang merupakan sumber daya yang dikuasai perusahaan. Aktiva dalam perusahaan antara lain dalam bentuk uang tunai (kas), tagihan kepada pihak lain (piutang), barang dagangan, gedung, peralatan, dll.

                   Utang / Kewajiban (Liability)

adalah kewajiban yang harus dipenuhi pada saat yang telah ditentukan. Hutang timbul sebagai akibat peristiwa masa lalu, misalnya penerimaan dari pihak ketiga baik dalm bentuk uang, barang atau jasa.

                   Ekuitas / Modal (Equity)

adalah hak milik atas harta perusahaan setelah dikurangi dengan kewajiban. Salah satu unsure ekuitas adalah setoran pemilik sebagai investasi dalam perusahaan yang disebut modal pemilik (Owner’s Equity).


Persamaan Akuntansi

Logika Persamaan Akuntansi

Pada awal mempelajari akuntansi, pastilah diajarkan mengenai persamaan dasar akuntansi (PDA)  lebih dulu. Apa sih PDA itu? Dan bagaimana logika persamaan akuntansi itu? Inilah awalan bagi pemula agar dapat  memahami  akuntansi.

Akuntansi mendasarkan diri pada Persamaan Dasar Akuntansi (PDA), yaitu :

                                          AKTIVA = PASIVA

                                    ASET = UTANG + EKUITAS

Sisi kiri persamaan mencerminkan penggunaaan dana = sisi kanan mencerminkan pemerolehan dana

Keseimbangan antara sisi kiri dan sisi kanan persamaan akuntansi ini harus selalu dijaga yang merupakan konsekuensi  dari pilar matematika di akuntansi. Persamaan akuntansi tersebut rasional karena semua dana yang diperoleh harus dipertanggungjawabkan penggunaannya.

Jika total nilai asset lebih besar dibanding total penjumlaha utang dan ekuitas maka dapat dipastikan telah terjadi kesalahan karena terdapat  asset yang tidak dapat dijelaskan dari mana sumber pendanaanya. Demikian sebaliknya, jika total nilai asset lebih kecil dibanding total penjumlahan utang dan ekuitas maka dapat dipastikan telah terjadi kesalahan karena terdapat dana yang belum dipertanggungjawabkan penggunaannya.

Rasionalitas PDA juga dapat dilihat dari perspektif kepemilikan (hak)  atas asset, yaitu bahwa asset perusahaan merupakan hak kreditor dan/atau hak pemilik yang sering juga disebut hak residual. Secara matematika, pendefinisan ekuitas sebagai hak residual dimaksudkan agar keseimbangan sisi kiri dan sisi kanan persamaan selalu terjaga.

Sumber : Warsono, Sony, Arif Darmawan dan M. Arsyadi Ridha. 2009. Akuntansi itu Ternyata Logis dan Mudah. Asgard Chapter Yogyakarta.



Minggu, 22 Desember 2013

Manjemen Keuangan, Capital Budgeting


CAPITAL BUDGETING

Capital budgeting sangat penting bagi perusahaan karena di dalamnya terdapat jumlah biaya yang besar sedangkan manfaatnya baru dapat dinikmati dalam jangka panjang. Keputusan di bidang capital budgeting ini akan memiliki pengaruh yang besar terhadap perkembangan perusahaan di masa yang akan datang.

CONTOH SOAL

PT Nikita Pratama pada awal tahun 1999 mempertimbangkan sebuah proyek yang membutuhkan dana investasi sebesar Rp 1.250.000.000. Dana tersebut, sebesar Rp 150.000.000 diperuntukkan sebagai modal kerja,sedangkan sisanya sebagai modal tetap. Umur ekonomis proyek diperkirakan selama 6 tahun dengan nilai residu Rp 200.000.000. Proyeksi penjualan selama enam tahun yang akan datang mulai tahun 1999 adalah sebagai berikut :

Tahun
Proyeksi penjualan
1999
Rp    500.000.000
2000
Rp    600.000.000
2001
Rp    700.000.000
2002
Rp    800.000.000
2003
Rp    900.000.000
2004
Rp 1.000.000.000

Struktur biaya proyek ini adalah 49% merupakan biaya variable. Biaya tetap tunai selain penyusutan adalah sebesar Rp 50.000.000 per tahun. Pajak penghasilan 30 % dan keuntungan yang diisyaratkan sebesar 16 %.
Ditanyakan :
Apakah proyek ini layak menurut saudara ?

Penyelesaian :
Diasumsikan proyek ini menggunakan metode penyusutan garis lurus. Sehingga depresiasi per tahun adalah :
Depresiasi = 1.250.000.000 – ( 150.000.000 + 200.000.000) = Rp 150.000.000 per tahun
                                                                6
Biaya tetap per tahun = 150.000.000 +50.000.000 = 200.000.000

Proyeksi biaya selama 6 tahun
Tahun
Biaya Variabel
Biaya Tetap
Total  Biaya
1999
Rp 200.000.000
Rp 200.000.000
Rp 400.000.000
2000
Rp 240.000.000
Rp 200.000.000
Rp 440.000.000
2001
Rp 280.000.000
Rp 200.000.000
Rp 480.000.000
2002
Rp 320.000.000
Rp 200.000.000
Rp 520.000.000
2003
Rp 360.000.000
Rp 200.000.000
Rp 560.000.000
2004
Rp 400.000.000
Rp 200.000.000
Rp 600.000.000

Proyeksi pendapatan selama 6 tahun
Tahun
Penjualan
Total Biaya
EBIT (NOI) = Penjualan – Total Biaya
Pajak (30 % X EBIT)
EAT = EBIT – Pajak
1999
   500.000.000
400.000.000
100.000.000
  30.000.000
   70.000.000
2000
   600.000.000
440.000.000
160.000.000
  48.000.000
112.000.000
2001
   700.000.000
480.000.000
220.000.000
  66.000.000
154.000.000
2002
   800.000.000
520.000.000
280.000.000
  84.000.000
196.000.000
2003
   900.000.000
560.000.000
340.000.000
102.000.000
238.000.000
2004
1.000.000.000
600.000.000
400.000.000
120.000.000
280.000.000

       Kriteria penilaian suatu proyek layak atau tidak layak perlu menghitung :
  1. NPV (Net present value) 
  2. PI (Profitability index)
  3. BCR (Benefit cost ratio)
  4. PBP (Payback period)
  5. IRR  (internal rate of return)

Mencari NPV
Proyeksi proceed (EAT) selama 6 tahun
Tahun
EAT
Penyusutan
Proceed
1999
70.000.000
150.000.000
220.000.000
2000
112.000.000
150.000.000
262.000.000
2001
154.000.000
150.000.000
304.000.000
2002
196.000.000
150.000.000
346.000.000
2003
238.000.000
150.000.000
388.000.000
2004
280.000.000
150.000.000
780.000.000

 Net Present Value (PV) pada keuntungan yang diisyaratkan (DF) 16%
Tahun
Proceed
DF = 16 %
Present Value (PV) = Proceed x DF
1999
220.000.000
1 / ( 1 + 16 %)^1=0,86207
189.655.400
2000
262.000.000
1 / ( 1 + 16 %)^2=0,74316
194.707.920
2001
304.000.000
1 / ( 1 + 16 %)^3=0,64066
194.760.640
2002
346.000.000
1 / ( 1 + 16 %)^4=0,55229
191.092.340
2003
388.000.000
1 / ( 1 + 16 %)^5=0,47611
184.730.680
2004
780.000.000
1 / ( 1 + 16 %)^6=0,41044
320.143.200
Total Present Value (PV)
          1.275.090.180
Total Present value outlay
        ( 1.250.000.000)
Net present value (NPV
               25.090.180

NPV= 25.090.180, angka tersebut bernilai positif sehingga  proyek tersebut layak.

Mencari Profitability Index (PI)
PI = PV / Investasi = 1.275.000.000 / 1.250.000.000= 1,02007214
Karena PI > 1maka proyek tersebut layak

Mencari Benefit Cost Ratio (BCR)
BCR = PI X 100%
        = 1,02007214 X 100%
        = 102,007214 %
Karena BCR > 100 % maka proyek tersebut layak

Mencari Payback Period (PBP)
Investasi                            = 1.250.000.000
Proceed th. 1                    =    220.000.000
              Sisa                     =1.030.000.000
Proceed th. 2                     =    262.000.000 
              Sisa                     =    768.000.000
Proceed th. 3                     =    304.000.000 
              Sisa                     =    464.000.000
Proceed th. 4                     =    346.000.000                                 
              Sisa                     =    118.000.000 
Proceed th.5                     =     388.000.000  lebih besar proceed maka :

PBP = 4 +( 118.000.000/388.000.000)= 4 +0,30 = 4,30 tahun
Cut of time (1999 s/d 2004) = 6 tahun
Karena PBP < cut of time maka proyek tersebut layak

Mencari Internal Rate 0f Return (IRR)

Net Present Value (NPV) pada DF 17 %

Tahun
Proceed
DF = 17 %
Present Value (PV) = Proceed x DF
1999
220.000.000
1 / ( 1 + 17 %)^1 =0,85470
188.034.000
2000
262.000.000
1 / ( 1 + 17 %)^2=0,73051
191.393.620
2001
304.000.000
1 / ( 1 + 17 %)^3=0,62437
189.808.480
2002
346.000.000
1 / ( 1 + 17 %)^4=0,53365
184.642.900
2003
388.000.000
1 / ( 1 + 17 %)^5=0,45611
176.970.680
2004
780.000.000
1 / ( 1 + 17 %)^6=0,38984
304.075.200
Total Present Value (PV)
                 1.234.924.880
Total Present value outlay
              ( 1.250.000.000)
Net present value (NPV)
                    -15.075.120



Interpolasi :                                                                                     NPV
Total  Present Value 16 %           = 1.275.090.180                      25.090.180
Total  Present Value 17 %           = 1.234.924.880                      15.075.120
Selisih                       1%             =      40.165.300
             
IRR = 16 % +( 25.090.180 / 40.165.300 X 1 %)
       = 16 % + 0, 625 %
       = 16,625 %
Tingkat keuntungan yang diisyaratkan = 16 %

Karena IRR  > dari tingkat keuntungan yang diisyaratkan maka proyek tersebut layak.

Kesimpulan : Dari perhitungan NPV, PI, BCR, PBP, dan IRR dapat disimpulkan bahwa proyek tersebut layak.



LATIHAN

Soal
PT Dewanta Nusantara sedang mempertimbangkan proyek investasi yang membutuhkan dana investasi sebesar Rp 500.000.000. Dana tersebut akan digunakan sebagai modal kerja sebesar Rp 100.000.000 dan sisanya untuk pembelian aktiva tetap. Umur investasi diperkirakan 5 tahun dengan nilai residu Rp 50.000.000. Proyeksi penjualan selama umur investasi adalah sebagai berikut :

Tahun
Omzet Penjualan
1
Rp 300.000.000
2
Rp 340.000.000
3
Rp 380.000.000
4
Rp 420.000.000
5
Rp 460.000.000

Biaya yang dikeluarkan adalah biaya variable 40% dan biaya tetap selain penyusutan sebesar Rp 15.000.000. Apabila tingkat pajak yang diperhitungkan sebesar 30% dan diingkan return 20%.

Ditanyakan :
Apakah proyek investasi ini layak?

--silakan dikerjakan untuk latihan---



Sumber : Yamit, Zulian. Manajemen Keuangan. Penerbit Ekonisia Fakultas Ekonomi UII Yogyakarta,2005.