Tampilkan postingan dengan label Review Film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review Film. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Februari 2016

Review Film - Dilwale 2015

Film Dilwale di putar di bioskop Indonesia sekitar akhir desember sampai pertengahan Januari. Film ini dibintangi Shahrukh Khan dan Kajol, dua bintang Bollywood yang tak diragukan kualitasnya. Mungkin didongkrak oleh kepopuleritasan mereka berdua, aku juga ikutan tertarik untuk melihat thrillernya (trus filmnya). Penasaran. 



Dari thrillernya, kita bisa menebak kalau film ini dikategorikan film action yang dibalut kisah romantis. 


"Dilwale" 2015 bercerita tentang seorang pria tampan yang benama Raj (Shahrukh Khan) dan seorang wanita cantik bernama Meera (Kajol) yang saling mencintai. Namun kisah mereka tak bisa berjalan mulus karena ayah keduanya adalah sama-sama mafia yang saling bermusuhan. Sampai akhirnya kedua ayah mereka saling membunuh, dan dari situlah muncul kesalahpahaman, Meera menyangka Raj lah yang membunuh ayahnya, mengkhianatinya dan ia pun memutuskan pergi dengan membawa kebencian.

15 tahun kemudian, Raj dan Meera dipertemukan lagi. Veer, adik dari Raj dan Ishita, adik dari Meera saling jatuh cinta. 

Akhir cerita bisa langsung ditebak, pastilah happy ending. Raj dengan Meera dan Veer dengan Ishita. Sesederhana itu endingnya.

Hal yang aku sukai dari film ini, adalah sisi komedi yang disisipkan. Tentang kisah Raj dan Meera yang diganti dengan Ramlal dan Pogo, Ramlal yang tukang cuci ditinggalkan Pogo yang matre, yang aslinya adalah mafia. Bisa-bisanya juga Veer dan Ishita mempercayai cerita itu. sudahlah, itu malah ngebuat nilai plus karena menyelamatkan dari rasa bosan dengan alur ceritanya. (salah berekspetasi)

oh ya, sountracknya yang berjudul Gerua, lebih bagus dibanding isi ceritanya menurutku.



Intinya, aku kurang puas dengan ceritanya, padahal aktornya Shahrukh Khan dengan pasangan Kajol. Ekspetasi langsung ke Kuch Kuch Hota Hai, akan sebagus itu. Tapi ya sudahlah,nasib penonton. Hargai ya :)

Senin, 08 Februari 2016

Review Film-Talak 3

    
"Happiness is you" -Bimo-

Talak 3 sebuah film kolaborasi  Hanung Bramantyo dan Ismail Basbeth dengan 3 pemeran utama yaitu Vino G Bastian (Bagas), Laudya Cyntia Bella(Risa), dan Reza Rahadian (Bimo). 

Sinopsis :

Setelah resmi beberapa bulan bercerai, rumah kredit bersama Bagas dan Risa terancam akan disita bank. Mereka berdua dengan terpakasa harus bersama-sama mengerjakan sebuah project besar yang hasilnya bisa menyelamatkan kondisi keuangan mereka berdua. Masalahnya, pekerjaan mereka berdua menuntut keduanya harus bersama. Dalam proses pengerjaan project tersebut, muncul kembali benih-benih cinta diantara Bagas dan Risa. Akhirnya mereka memutuskan untuk rujuk kembali.

Tapi persoalan menjadi rumit karena Bagas telah menjatuhkan Talak 3 kepada Risa. Hukum Talak 3 mengharuskan jika pasangan mau rujuk, harus melalui Muhalil, yaitu seorang laki-laki yang menikahi pihak perempuan kemudian bercerai .Untuk memuluskan niat mereka, Bagas mencoba mengakali aturan dengan cara mencari suami kontrak untuk Risa. Dalam proses pencarian suami kontrak untuk Risa, mereka bertemu dengan berbagai macam karakter yang kocak dan otomatis menemui berbagai kejadian lucu.

Akhirnya pilihan jatuh pada Bimo, teman masa kecil Bagas dan Risa yang dianggap baik dan bertanggung jawab. Dalam proses merencanakan pernikahan Risa dan Bimo, terungkap kalau Bimo telah menyimpan rasa cinta kepada Risa sejak lama.

Thriller 




Review

Penuh kejutan! itu yang aku rasain selepas nonton. Banyak hal diluar ekspetasi kita yang disuguhkan dalam film walau sudah liat thriller dan membaca sinopsisnya. Bagiku cerdas sekali sang sutradara mengaduk-aduk emosi penonton. Dari awal sudah dalam ritme yang cepat, dengan candaan yang fresh yang sukses bikin ngakak seluruh penonton di bioskop (Full seats!). Tak hanya itu, penonton juga diajak sedih dan sedikit melow di pertengahan cerita. Banyak sindiran yang dilontarkan dalam film ini kepada jajaran pemerintah,yang dibalut dengan komedi yang diperankan sangat apik oleh semua pemain. Salah satu yang berkesan, peran dari Dodit Mulyanto yang berperan jadi petugas di KUA. sumpahh lucu banget :).

Image result for dodit mulyanto talak 3

Tak diragukan akting dari Vino G Bastian dan Laudya C. Bella sebagai pasangan suami istri yang mau rujuk dengan karakter sama-sama keras kepala sangat mendukung suksesnya cerita yang disampaikan. Apalagi karakter Bimo yang diperankan Reza Rahadian, jelas sudah terakui kualitasnya, entah apajadinya kalau bukan Reza Rahadian yang memerankannya (penggemar, jadi maklum kalau agak subjektif,hehe).

Image result for talak 3

Oh ya, aku juga sountracknya yang mana tahan (dangdut) dari siska ditaruh dengan pas dengan adegan-adegan yang ditampilkan. Salah satu yang selalu bikin ketawa. Mungkin bisa dijadiin sekuelnya antara Bagas dan Siska.

Well, Film Talak 3 ini sangat direkomendasikan. Sebuah drama komedi yang sarat pembelajaran. 4/5.


Senin, 25 Januari 2016

Review Film Thailand "Senior" (Runpee)

Baru-baru ini aku nonton film Thailand, tepatnya tanggal 17 Januari 2016 judulnya adalah Suw /Runpee (Senior). Awalnya gak kepikiran sama sekali kalau mau nonton Thailand, apalagi yang horror. Entahlah, mungkin takdir :)                                              
                                                 review-senior-2016-4




Film ini bercerita tentang sepasang detektif dari dua dimensi yang berbeda bersatu untuk memecahkan sebuah kasus pembunuhan yang terjadi setengah abad lalu. 

Adhiti atau dipangggil MON (Ploychompoo Jannine Weigel) 

Mon, seorang murid baru di sebuah boarding school Katolik khusus wanita. Ia memiliki sifat penyendiri dan agak aneh, karena ia terlihat berbicara sendiri atau dapat diartikan ngobrol dan marah –marah tanpa sebab. Hal ini membuat ia dijauhi murid lain. Namun, ada satu murid bernama Ant (Kaykai Nutticha Namwong), gadis kaya berparas cantik yang digosipkan sering tidur dengan banyak laki-laki, dan ia pun senasib dengan Mon, dijauhi murid lain. Ant berusaha mengakrabkan diri dengan Mon.

review-senior-2016-1
Mon dengan indera penciumannya ketika merasakan kehadiran hantu

review-senior-2016-3


Seperti manusia normal, Mon tidak bisa melihat penampakan makhluk halus. Tapi ia memiliki kepekaan di indera penciumannya. Setiap ada makhluk halus yang mendekat, Mon mampu mencium aroma yang khas dari “hantu”. Banyak hal yang bisa diartikan dari setiap aroma yang muncul, aroma yang mengaitkan tentang kejadian meninggalnya seseorang, wewangian yang disukai oleh hantu sewaktu masih hidup ataupun wewangian yang menyiratkan kesedihan dari hantu sewaktu masih hidup.Oleh karena kemampuannya ini, roh orang yang sudah mati sering meminta bantuan kepada Mon untuk menyelesaikan urusan mereka di dunia dan salah satunya adalah hantu seorang murid laki-laki yang biasa di sebut “Senior” 

Senior (Phongsakon Tosuwan)

Senior adalah murid sekolah itu, karena dulunya sekolah tempat Mon merupakan sekolah bisnis pria. Ia memberitahu Mon bahwa ada kasus pembunuhan yang belum terselesaikan di jaman dulu, sehingga sekolah itu akan terus dihantui hantu tukang kebun yang divonis hukuman mati atas perbuatan yang tidak dilakukannya.

Ketika Mon merasakan kehadiran" Senior"

Mon dan Senior memulai penyelidikan untuk mencari pembunuh yang sesungguhnya. Mereka mengumpulkan bukti dan mencari saksi, dan dalam proses tersebut, mereka bertemu banyak roh yang menaruh dendam dan berusaha untuk menghentikan mereka menemukan kebenarannya. 

Banyak hal tragis yang terjadi selam Mon dan Senior melakukan penyelidikan namun hal itu malah membuat hubungan mereka makin dekat padahal awalnya Mon merasa terganggu dengan keberadaaan Senior.

Apakah mereka bisa memecahkan misteri sekolah tersebut? Siapakah senior itu dan apa penyebab dari kematian senior karena ia sendiri masih bergentayangan? Bagaimana semua itu berhubungan? Dan apa yang akan terjadi dengan teman-teman Mon dan sekolah dengan banyaknya hantu yang gentayangan? Aku rekomendasikan untuk nonton sendiri, lebih seru pastinya.

                             
                             Image result for senior film thailand

Review

Aku suka acting dari Janine Weigel yang mampu membawakan karakter Mon dengan sangat baik, Mon dengan karakter kuat, tidak cengeng namun tetaplah anggun. Pas juga dipasangkan dengan Phonsakon Tosuwan yang ganteng. Duhh.

Dalam film ini diceritakan ada 4 kejadian yang saling berhubungan satu sama lain, sangat tidak mudah menebak mau seperti apa akhirnya, dan ternyata membuat kita sedikit terkecoh sama klue yang diperlihatkan. Film ini benar-benar memberikan sensasi horror, selain itu juga ada romansa pertemanan dan percintaaan yang mungkin bisa membuat penonton sedikit tersipu.

Film ini menarik dan gak bikin nyesel setelah nonton.Namun sayang, ternyata sepi peminat jadi kurang greget aja ketika nonton. Tapi malah bagus, berasa nyewa bioskop kok, hebat kan.


Overall : 7/10