Senin, 22 Februari 2016

Kejutan dari Surat Amplop Coklat

Pagi ini ada kejutan kecil ketika tiba di kantor. Ada surat beramplop coklat, amplop yang khas, sudah sering aku nerima surat dengan amplop yang sama, apalagi beberapa hari terakhir ini, mungkin karena menjelang rame-ramenya untuk penyampaian SPT Tahunan. Palingan ya surat pemberitahuan atau surat himbauan lagi, pikirku. Tapi bentar deh, Nomor suratnya diawalin dengan kata kep ( biasanya kosong kalau surat pemberitahuan), duhh apa ini?


 Aku buka, dan isinya ternyata... 
Lembar 1


Lembar 2

Lembar 3

I

Minggu, 21 Februari 2016

Tak ada judul

Di suatu rumah yang nyaman bagi pemiliknya ada obrolan tercipta
aa : "aku mulai lelah,be"
be : "istirahatlah"
aa : "tidur?"
be : "iyaa, apalagi?"
aa : "ahh kamu ini,,bukan itu maksudku. aku ingin yang lebih, sesuatu yang....hemm... ah sudahlah"
.
.
be melihat aa sejenak, tersenyum. Gadis itu masih menunduk, jarinya berisik, mengetukkan jari-jari tangan kanannya ke meja, tangan kirinya menopang dagunya. Be tau aa sedang menguji perhatiannya. 

be : "kamu lagi bosen,aa? banyak pikiran? gimana kalau kita jalan kemana gitu? mau?"
aa : "emm.. (spontan melihat be, mata mereka bertemu). males ah, aku pulang saja, kamu gak pernah ngerti be. (beranjak dari kursi, berdiri siap pergi).
be : " aa..."

(Gak jelas, Bersambung atau Tamat)

Jumat, 19 Februari 2016

MeLumerkan Curhatan di Lumer Cafe

Memiliki teman yang bisa diajak berbagi kisah memang menyenangkan, apalagi temanmu itu bisa mengerti dengan semua hal yang kamu alami. Ditambah, dia selalu memberikan nasehat dan tips-tips yang menurutnya baik untuk kita, tanpa disadari itu sangat membantu dan itulah yang sangat dibutuhkan kita. Hebatnya lagi, ternyata dia mengerti privasi kita , dia simpan rahasia kita. Ujung-ujungnya kamu bisa nyaman berbagi kisah dengannya, tanpa perlu takut, kisahmu dibocorkan ke yang lain. Selain itu,ternyata dia teman yang sekaligus bisa diajak easy going . 

Dialah mbak Ita, rekan kerjaku sekarang (ntah kedepannya apa kita masih tetap di kantor yang sama??)  

Awalnya kita ini sering hangout bareng selepas kerja, kebanyakan untuk melepas kepenatan dikerjaan. Kita searching tempat makan yang menarik dimana, atau mencicipi kulineran baru yang sedang trend, langsung cuss deh.

Sore itu, kita memilih di Lumer Cafe, lokasinya di Jl. Kaliurang KM 8,5, lokasi yang dekat dengan lokasi tempat kerja. 

Kita memilih tempat yang di dalam dan agak mojok sebenarnya, memilih tempat yang  kami anggap nyaman. Eitsss, tempat ini dilengkapi wifi dan ada colokannya juga loh, jadi cocok tuh buat nongkrong sambil ngerjain tugas atau skripsi, streamingan atau malah apa gitu. Terserah deh.




Awalnya kita pasti liat-liat daftar menunya (lupa dokumentasiin), pilih-pilih sesuai selera dan yang paling penting sesuai isi kantong yak.hahaa. Aku gak inget menunya apa aja, pokoknya namanya ala-ala western, koreanan juga. Ada aneka pasta, burger, polka rice, ramen dll dengan harga sekitaran 15k keatas. Minumnya ada aneka jus, milkshake, ginger dan lain-lain dengan harga sekitaran 6k keatas.

Trus ngobrol ngalur ngidul yang gak jelas, bicarain tempatnya lah, menunya lah, harganya lah dan mas-mas mbak-mbak yang ngelayanin pun bisa jadi bahan obrolan. Dan yang gak kalah penting, mengabadikan momen, narsis maksudnya :) 




Karena lagi agak gak enak badan (Flu, batuk gitu), pesan yang anget-anget. Hot Chocolate dan Ramen dipadu Grill Chicken dengan rasa Michi (asin). Mbak Ita  juga pesan ramen tapi dengan rasa Toyu ( pedas asin)


Dengan makan, obrolan pun bisa berlanjut ke pembicaraan yang serius. Trus jadi malah curhat colongan deh. Entah, aku bisa aja cerita hal apapun. Mungkin aku sudah merasa nyaman dan percaya sama mbak ita. Setelah cerita biasanya menjadi sedikit lega. 

Terimakasih sudah mau menemani dan mendengar keluh kesah, dibonusin nasehat pula . Gomawo, eonni.:)
Kelak, kita akan diingatkan kembali untuk mengenang semua cerita-cerita yang pernah terungkapkan.    

Jika ingin ke Lumer Cafe, klik link ini  Lokasi Lumer Cafe


Jumat, 12 Februari 2016

Review Film - Dilwale 2015

Film Dilwale di putar di bioskop Indonesia sekitar akhir desember sampai pertengahan Januari. Film ini dibintangi Shahrukh Khan dan Kajol, dua bintang Bollywood yang tak diragukan kualitasnya. Mungkin didongkrak oleh kepopuleritasan mereka berdua, aku juga ikutan tertarik untuk melihat thrillernya (trus filmnya). Penasaran. 



Dari thrillernya, kita bisa menebak kalau film ini dikategorikan film action yang dibalut kisah romantis. 


"Dilwale" 2015 bercerita tentang seorang pria tampan yang benama Raj (Shahrukh Khan) dan seorang wanita cantik bernama Meera (Kajol) yang saling mencintai. Namun kisah mereka tak bisa berjalan mulus karena ayah keduanya adalah sama-sama mafia yang saling bermusuhan. Sampai akhirnya kedua ayah mereka saling membunuh, dan dari situlah muncul kesalahpahaman, Meera menyangka Raj lah yang membunuh ayahnya, mengkhianatinya dan ia pun memutuskan pergi dengan membawa kebencian.

15 tahun kemudian, Raj dan Meera dipertemukan lagi. Veer, adik dari Raj dan Ishita, adik dari Meera saling jatuh cinta. 

Akhir cerita bisa langsung ditebak, pastilah happy ending. Raj dengan Meera dan Veer dengan Ishita. Sesederhana itu endingnya.

Hal yang aku sukai dari film ini, adalah sisi komedi yang disisipkan. Tentang kisah Raj dan Meera yang diganti dengan Ramlal dan Pogo, Ramlal yang tukang cuci ditinggalkan Pogo yang matre, yang aslinya adalah mafia. Bisa-bisanya juga Veer dan Ishita mempercayai cerita itu. sudahlah, itu malah ngebuat nilai plus karena menyelamatkan dari rasa bosan dengan alur ceritanya. (salah berekspetasi)

oh ya, sountracknya yang berjudul Gerua, lebih bagus dibanding isi ceritanya menurutku.



Intinya, aku kurang puas dengan ceritanya, padahal aktornya Shahrukh Khan dengan pasangan Kajol. Ekspetasi langsung ke Kuch Kuch Hota Hai, akan sebagus itu. Tapi ya sudahlah,nasib penonton. Hargai ya :)

Senin, 08 Februari 2016

Review Film-Talak 3

    
"Happiness is you" -Bimo-

Talak 3 sebuah film kolaborasi  Hanung Bramantyo dan Ismail Basbeth dengan 3 pemeran utama yaitu Vino G Bastian (Bagas), Laudya Cyntia Bella(Risa), dan Reza Rahadian (Bimo). 

Sinopsis :

Setelah resmi beberapa bulan bercerai, rumah kredit bersama Bagas dan Risa terancam akan disita bank. Mereka berdua dengan terpakasa harus bersama-sama mengerjakan sebuah project besar yang hasilnya bisa menyelamatkan kondisi keuangan mereka berdua. Masalahnya, pekerjaan mereka berdua menuntut keduanya harus bersama. Dalam proses pengerjaan project tersebut, muncul kembali benih-benih cinta diantara Bagas dan Risa. Akhirnya mereka memutuskan untuk rujuk kembali.

Tapi persoalan menjadi rumit karena Bagas telah menjatuhkan Talak 3 kepada Risa. Hukum Talak 3 mengharuskan jika pasangan mau rujuk, harus melalui Muhalil, yaitu seorang laki-laki yang menikahi pihak perempuan kemudian bercerai .Untuk memuluskan niat mereka, Bagas mencoba mengakali aturan dengan cara mencari suami kontrak untuk Risa. Dalam proses pencarian suami kontrak untuk Risa, mereka bertemu dengan berbagai macam karakter yang kocak dan otomatis menemui berbagai kejadian lucu.

Akhirnya pilihan jatuh pada Bimo, teman masa kecil Bagas dan Risa yang dianggap baik dan bertanggung jawab. Dalam proses merencanakan pernikahan Risa dan Bimo, terungkap kalau Bimo telah menyimpan rasa cinta kepada Risa sejak lama.

Thriller 




Review

Penuh kejutan! itu yang aku rasain selepas nonton. Banyak hal diluar ekspetasi kita yang disuguhkan dalam film walau sudah liat thriller dan membaca sinopsisnya. Bagiku cerdas sekali sang sutradara mengaduk-aduk emosi penonton. Dari awal sudah dalam ritme yang cepat, dengan candaan yang fresh yang sukses bikin ngakak seluruh penonton di bioskop (Full seats!). Tak hanya itu, penonton juga diajak sedih dan sedikit melow di pertengahan cerita. Banyak sindiran yang dilontarkan dalam film ini kepada jajaran pemerintah,yang dibalut dengan komedi yang diperankan sangat apik oleh semua pemain. Salah satu yang berkesan, peran dari Dodit Mulyanto yang berperan jadi petugas di KUA. sumpahh lucu banget :).

Image result for dodit mulyanto talak 3

Tak diragukan akting dari Vino G Bastian dan Laudya C. Bella sebagai pasangan suami istri yang mau rujuk dengan karakter sama-sama keras kepala sangat mendukung suksesnya cerita yang disampaikan. Apalagi karakter Bimo yang diperankan Reza Rahadian, jelas sudah terakui kualitasnya, entah apajadinya kalau bukan Reza Rahadian yang memerankannya (penggemar, jadi maklum kalau agak subjektif,hehe).

Image result for talak 3

Oh ya, aku juga sountracknya yang mana tahan (dangdut) dari siska ditaruh dengan pas dengan adegan-adegan yang ditampilkan. Salah satu yang selalu bikin ketawa. Mungkin bisa dijadiin sekuelnya antara Bagas dan Siska.

Well, Film Talak 3 ini sangat direkomendasikan. Sebuah drama komedi yang sarat pembelajaran. 4/5.